mentera semangat tujuh

“ASAL dari benih yang baik, BERTETAP tumbuh bercambah, JATUH ke laut menjadi pulau, SINGGAH di darat menjadi gunung, TERBANG ke langit menjadi awan, kalau MERANTAU pasti kembali, sudah kembali SUBUR menjadi, ibarat RESAM pokok padi, kian TUNDUK lagi kan berisi, dalam SEGENGAGAM tak titis walau setitik, dalam TAMPI hampas dibuang, dalam hidup kata SEPAKAT,  dalam sepakat benar MAUFAKAT, kalau PUTIH putih katanya, kalau hitam putih JADINYA, tak TUMBUH tak melata, tak SUNGGUH orang tak kata, anak Melayu bani nya JAWI, pilihan bangsa Tuhan Ya RABBI, di beri TANAH di hujung bumi,  agar membenar AGAMA ILLAHI, hidup bagai bayang-bayang NABI, jatuh ia ke bumi kenallah ia akan RUHANI, membawa AMANAH di dalam jasmani, ISLAM meliputi sekelian tubuh, di dalam tubuh terpancar RUH, sah lah hatinya Islam berpakaian BUDAYA Melayu, tidak BERGANJAK walau setapak terus maju, biar berputih mata gentar tidak berdiri TERPASAK, berusaha sekosa-kosa dalam KALIMAH tempat bertapak, setinggi Bukit SAMA di daki, securam lurah SAMA di turuni, BERDIRI ia lurus bagai alif tidak bertumpang,  LANGKAH tersusun tak pernah songsang, BAHASA nya peri tak pernah sumbang, bila mendengar cukup TELITI, bila melihat DISULAM mata hati, bila memberi PANDANGAN berpandang-pandang, CAKAP di kala malam berdengar-dengar, tandanya BERBUDI tak tampak kasar, itu lah Melayu tingginya ILMU, ibarat CAHAYA pelita dan sumbu, berbuat BAIK berpada pada, TERCUBIT paha kiri terasa kanan juga, AGAR Melayu kekal berbudaya, atas USAHA budi dan daya, sesungguhnya segala-segala yang baik dari ALLAH yang Maha ESA jua”